Malam Takbir Mencekam, Kisah Anggota BAIS TNI di Tengah Kepungan Pemberontak Fretilin di Timor-Timur

Vitrianda Hilba Siregar
Unit pasukan TNI saat bertugas di Timor-Timor saat masih NKRI pada 1980-1981. Foto: Dok Pribadi

"Apakah tidak bisa membalas serangan itu, ayah. Tidak bisa nak, karena Fretilin sudah menyebar ke mana-mana, mengepung ayah. Suara desing peluru itu terus menghujani lokasi ayah berlindung. Ayah tetap tiarap, tiarap sepanjang malam hingga pagi menjelang. Yang ayah tahu saat itu adalah malam takbir," ujarnya mengisahkan kembali.

"Jadi ayah tidak bisa membalas tembakan mereka. Tidak bisa nak, ayah hanya memegang senjata api jenis revolver, mereka pemberontak yang ayah ketahui menggunakan senjata serbu AK-47 buatan Uni Soviet," ujarnya.

"Jadi ayah tiarap dan berlindung saja tanpa melakukan tembakan balasan? Iya nak, sejak mendapat serangan di malam takbiran hingga pagi hari ayah hanya tiarap. Ayah sudah pasrahkan semuanya saat itu kepada Allah Ta'ala."

Pada pagi harinya setelah mulai terang, unit pasukan penolong datang menggunakan helikopter membantu, balas menghajar pemberontak dengan ratusan butiran peluru tajam. Tak butuh waktu lama, pemberontak kocar-kacir. Balasan tembakan dari pemberontak pun tak ada lagi. Situasi pun menjadi tenang dan semua selamat.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network