Khadijah Binti Khuwailid, Berikut 7 Keistimewaan Istri Nabi Muhammad SAW Ini 

Tim iNews.id
.
Rabu, 28 September 2022 | 11:39 WIB
Khadijah binti Khuwailid keteladananya menjadi contoh bagi istri-istri kaum Muslim hingga akhir masa. Foto: SINDOnews/Ist

PEMATANG SIANTAR, iNewsSiantar.id - Khadijah binti Khuwailid keteladananya menjadi contoh bagi istri-istri kaum Muslim hingga akhir masa. 

Khadijah binti Khuwailid adalah istri pertama Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Khadijah adalah perempuan yang kaya raya dan mengahbiskan hartanya di jalan Allah Ta'ala.

Khadijah juga menjadi orang pertama yang memeluk Islam yang hidup di Kota Makkah pada 1.400 tahun lalu. 

Dirinya banyak memberi teladan dan inspirasi bagi umat manusia di dunia.

Keteguhan iman dan sikap Khadijah dalam mendukung agama Islam sungguh luar biasa. Ia adalah orang pertama yang mengakui kerasulan Muhammad dan masuk Islam. Setelah itu diikuti Abu Bakar di kalangan laki-laki.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengatakan Khadijah dijamin masuk surga. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim:

"Pemuka wanita ahli surga ada empat: Maryam bintu Imran, Fatimah bintu Rasulillah Shallallahu 'alaihi wassallam, Khadijah bintu Khuwailid, dan Asiyah."

Nah, berikut ini 7 fakta istimewanya Khadijah binti Khuwailid, sebagaimana dikutip dari laman Fairobserve.

1. Perempuan saudagar sukses
Khadijah lahir dari seorang ayah yang merupakan saudagar sukses Suku Quraisy di Makkah. Dia mewarisi kemampuan berniaga ayahnya yang saat itu kemampuan tersebut didominasi oleh kaum laki-laki.

Ketika ayahnya wafat, Khadijah mengambil alih seluruh bisnis dan perniagaan ayahnya yang terbentang dari Makkah sampai Syiria dan Yaman. Ia merekrut orang-orang terpercaya dan memiliki keberanian untuk mengarungi perjalanan yang berbahaya. Bisnis yang dikelolanya merupakan yang paling sukses dari seluruh kaum Quraisy sehingga ia memiliki reputasi yang tinggi.

Khadijah memiliki pandangan dan intuisi yang tajam sehingga dijuluki sebagai Ameerat Quraisy atau pimpinan Quraisy dan Al Taahiraa atau sosok yang suci.

Khadijah sangat paham terhadap apa yang sedang ditekuninya. Dia tidak pernah mempermasalahkan kepribadiannya yang sederhana dengan integritas yang tinggi, dan dia hanya merekrut orang-orang yang memenuhi standardisasinya.

Halaman : 1 2 3 4
Bagikan Artikel Ini