Desakan Pembongkaran Tugu Becak Kembali Digulirkan 4 Lembaga Masyarakat Simalungun

Ricky Fernando Hutapea
.
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 23:08 WIB
Tugu becak di jalan Merdeka Pematang Siantar yang didesak 4 lembaga masyarakat Simalungun dibongkar.(iNewsSiantar.id/Ricky F Hutapea)

PEMATANG SIANTAR,iNewsSiantar.id- Desakan pembongkaran tugu becak di depan gedung Dekranasda Pematang Siantar,jalan Merdeka,kembali digulirkan sejumlah lembaga masyarakat Simalungun.

Empat lembaga masyarakat Simalungun yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Simalungun Bersatu (KGSB) menyurati walikota Pematang Siantar Susanti Dewayani mendesak pembongkaran tugu becak dan mengembalikan tugu rumah adat Simalungun yang sebelumnya berada di lokasi itu.

Pada surat dengan nomor :KGSB/001/PMS/X/2022 tertanggal 20 Oktober 2022 yang ditujukan kepada walikota Pematang Siantar Susanti Dewayani, Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Simalungun (KNPSI), Majelis Kebudayaan Simalungun (MKSI), Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Gemapsi) dan Bina Daya Sejahtera Simalungun (Bidadesi) menyampaikan alasan desakan pembongkaran tugu becak di depan kantor walikota itu karena melukai dan merupakan penghinaan terhadap suku Simalungun.

Ketua DPP KNPSI Janwiserdo Saragih didampingi Ketua Umum MKSI, Ir. Jan Dearmando Saragih,MH, Ketua Umum Gemapsi ,Anthony Damanik dan Ketua Umum Bidadesi Andry Christian Saragih,SH, Jumat (21/10/2022) mengatakan menjadikan  tugu becak sebagai ikon kota Pematang Siantar merupakan pelecehan kepada etnis Simalungun sebagai sipukkah huta atau penduduk lokal di kota Pematangsiantar.

" Menjadikan tugu becak sebagai ikon kota Pematang Siantar , menggantikan tugu rumah adat Simalungun merupakan pelecehan kepada warga Simalungun sebagai sipukkah huta dan penduduk lokal di kota ini (Pematang Siantar), ujar Janwiserdo.

Ketua Umum MKSI, Ir. Jan Dearmando Saragih,MH menambahkan walikotabdiharapkan tidak melupakan kota Pematangsiantar adalah tanah budaya dan tanah leluhur etnis Simalungun ,sebagai penduduk lokal ,yang hal ini dapat dibuktikan berdasarkan sejarah dan fakta – fakta yang ada sampai saat ini.

Fakta-fakta itu menurut Jan Dearmando dianyatanya motto Kota Pematangsiantar “ Sapangambei Manoktok Hitei “ yang berasal dari bahasa Simalungun yang juga berarti Bergotong Royong “.

Kemudian seluruh bangunan kantor pemerintah, BUMN, TNI, Polri dan swasta menggunakan arsitektur dan orneman Simalungun.

Begitu juga cindera mata dan perangkat pakaian adat Simalungun selalu dikenakan kepada  setiap tamu resmi pemerintah kota Pematangsiantar atau pejabat baru yang bertugas.

Ditambahkan Ketua Umum Bidadesi Andry Christian Saragih dan Ketua Umum Gemapsi Anthony Damanik jika Pemko Pematang Siantar tidak mengembalikan tugu rumah adat Simalungun di jalan Merdeka sebagai ikon kota Pematang Siantar dan membongkar tugu becak yang ada, ribuan masyarakat Simalungun dari seluruh nusantara akan turun merubuhkannya.

Editor : Riky Fernando Hutapea

Follow Berita iNews Siantar di Google News

Bagikan Artikel Ini