Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Hidayah dalam Kebersamaan, Ruben Onsu Imami Shalat Desy Ratnasari
Advertisement . Scroll to see content

Semakin Tajir tapi Gemar Bermaksiat? Waspadalah Jebakan Istidraj

Sabtu, 08 Februari 2025 | 13:20 WIB
  • author Vitrianda Hilba Siregar
Semakin Tajir tapi Gemar Bermaksiat? Waspadalah Jebakan Istidraj
Istidraj apa itu? Ada orang yang mendapatkan limpahan rezeki, namun ia gemar berbuat maksiat. Foto: Dok

PEMATANGSIANTAR, iNews.id - Istidraj apa itu? Ada orang yang mendapatkan limpahan rezeki, namun ia gemar berbuat maksiat. Misalnya, menempuh jalan kesyirikan melalui ritual pesugihan dan benar-benar menjadi kaya dengan cepat. Ketahuilah, kekayaan semacam itu dalam Islam bukanlah tanda kemuliaan, melainkan istidraj.

Istidraj adalah jebakan berupa kelapangan rezeki yang diberikan kepada seseorang, padahal ia terus-menerus berada dalam kemaksiatan kepada Allah.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).

Allah Ta’ala berfirman,

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am: 44)

Dalam Tafsir Al Jalalain (hal. 141) disebutkan, “Ketika mereka meninggalkan peringatan yang diberikan pada mereka, tidak mau mengindahkan peringatan tersebut, Allah buka pada mereka segala pintu nikmat sebagai bentuk istidraj pada mereka. Sampai mereka berbangga akan hal itu dengan sombongnya. Kemudian kami siksa mereka dengan tiba-tiba. Lantas mereka pun terdiam dari segala kebaikan.”

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut