Kabupaten Serdang Bedagai Masih Dikepung Banjir 17 Ribu Jiwa Terdampak

Ricky Fernando Hutapea
.
Sabtu, 19 November 2022 | 10:24 WIB
Pemukiman warga di kabupaten Serdang Bedagai masih dikepung banjir besar hingga Sabtu (19/11/2022).(iNewsSiantar.id/Ist)

SERDANG BEDAGAI,INewsSiantar.id- Kabupaten Serdang Bedagai.Sumatera Utara dikepung banjir sejak kemarin.Diperkirakan 4.000 rumah warga di 6 kecamatan hingga Sabtu (19/11/20220 masih terendam air yang meluap dari sejumlah sungai di daerah itu.

Pelaksanaan Tugas (Plt)  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Serdang Bedagai, Frist Ueki Prapanca Damanik, mengatakan jumlah warga yang terdampak banjir  mencapai 17.544 jiwa dari jumlah sebelumnya sebanyak15.964 jiwa.


"Dengan perkiraan ada 4.613 kepala keluarga saat masih terdampak oleh banjir, hingga saat ini" sebut Ueki.

Pemkab Serdang Bedagai menurutnya sudah melakukan langkah-langkah penanggulangan dengan menyedikan  tenda untuk menampung warga yang rumahnya terendam banjir, perahu karet, dapur umum,kebutuhan air bersih dan pembagian sembako kepada warga. 

Dia menambahkan pemerintah daerah juga terus berupaya melakukan normalisasi sungai agar air dapat segera surut.
Ueki memaparkan , sebaran korban banjir terdapat di kecamatan Dolok Masihul 891 KK (4.466 Jiwa), kecamatan Tebing Tinggi 207 KK  (949 Jiwa),     

Kemudian kecamatan Sipispis 32 KK  (109 Jiwa), Kecamatan Sei Rampah  2.971 KK  (10.512 Jiwa), 

Selanjutnya, di kecamatan Sei Bamban 97 KK dan untuk jiwa masih didata, begitu juga di kecamatan Tanjung Beringin 415 KK dengan 1.515 jiwa.

Ueki juga menyebutkan, di beberapa kecamatan seperti Dolok Masihul, Sei Bamban, Tanjung Beringin, dan Kecamatan Tebing Tinggi sudah berangsur surut.

Namun di beberapa desa di kecamatan Sei Rampah ketinggian air masih mencapai 10 hingga 40 cm. 

Sedangkan kecamatan Tanjung Beringin yang di hilir sungai ketinggian air terus bertambah. 

Karena itu mantan Kepala BPBD kabupaten Simalungun itu, menghimbau masyarakat untuk tetap waspda jika curah hujan tinggi dan segera menuju lokasi yang aman atau ke tempat-tempat penampungan yang sudah ditentukan.

Editor : Riky Fernando Hutapea
Bagikan Artikel Ini